Tuesday, November 10, 2009

Glaukoma (Glaucoma), Apa dan Bagaimana?

Mata adalah salah satu indra terpenting dalam kehidupan kita. Kita bisa melihat dan menikmati semua yang ada di dunia dengan mata kita. Salah satu cara untuk menikmati hidup anda adalah dengan menjaga mata anda. Ada banyak penyakit mata salah satunya yang paling berbahaya adalah glaukoma(glaucoma).

Ibu saya punya pengalaman tentang penyakit ini, beliau adalah penderita glaukoma. Pada awalnya Ibu tidak menyadari ada glaukoma di matanya. Suatu saat beliau merasakan sakit yang luar biasa pada mata kirinya, kita semua menyangka itu sakit biasa karena disetai dengan muntah,mual dan sakit kepala. Ternyata itu berakibat fatal mata ibu divonis glaukoma oleh dokter dan harus di operasi. Sekarang mata kiri ibu tidak berfungsi sama sekali karena ketidaktahuan kita akan bahaya glaukoma. Dari pengalaman itu mendorong saya untuk mencari artikel dan berbagi tentang apa dan bagaimana glukoma itu

Apakah glaukoma itu?

Glukoma (Glaucoma), adalah kerusakan penglihatan karena meningkatnya tekanan bola mata yang disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, akibatnya akan merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata dan akan menyebabkan menurunnya fungsi penglihatan. Glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak. Diperkirakan 66 juta penduduk dunia sampai tahun 2010 akan menderita gangguan penglihatan karena glaukoma. Kebutaan karena glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi pada kebanyakan kasus glaukoma dapat dikendalikan.
Glaukoma disebut sebagai 'pencuri penglihatan' karena sering berkembang tanpa gejala yang nyata. Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Diperkirakan 50% penderita glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut.
Karena kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan penanganan harus dilakukan sedini mungkin

Siapa yang beresiko terkena glaucoma?

Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Bagi Anda yang beresiko tinggi, sejak usia 35 tahun disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur, berikut adalah yang mempunyai resiko terkena glukoma :

  1. Riwayat glaukoma di dalam keluarga (ada salah satu keluarga yang terkena)
  2. Tekanan bola mata tinggi
  3. Miopia (rabun jauh)
  4. Diabetes (kencing manis)
  5. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  6. Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  7. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  8. Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  9. Usia lebih dari 45 tahun

Ada berapa Jenis glaukoma?

Ada 4 jenis glaukoma, keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif

  1. Glaukoma Sudut-Terbuka Primer (Primary Open-Angle Glaucoma) adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini cenderung bersifat turunan, sehingga resiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga.Paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama-lama timbul gejala berupa:

· Penyempitan lapang pandang tepi

· Sakit kepala ringan

· Gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu seperti pelangi atau sulit beradaptasi pada kegelapan)

Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan)

Biasanya terjadi pada usia dewasa sekitar usia 35 tahun tetapi kadang juga terjadi pada anak-anak. Berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

  1. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut (Acute Angle-Closure Glaucoma) lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah:

· Sakit mata dan kepala hebat

· Pandangan kabur (penurunan fungsi penglihatan yang ringan)

· Terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya (terlihat warna-warna di sekeliling cahaya).

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang. Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

  1. Glaukoma Sekunder (Secondary Glaucoma) terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:

· Infeksi

· Peradangan

· Tumor

· Katarak yang meluas

Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata.

Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut.

  1. Glaukoma Kongenital (Congenital Glaucoma) ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Bagaimana Mendeteksi Dan Mendiagnosa Glaukoma?

Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah

  1. Pemeriksaan dengan oftalmoskop adalah untuk mengetahui adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma
  2. Pemeriksaan mata secara teratur dan deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kerusakan penglihatan akibat glaukoma. Riwayat penyakit Anda akan diteliti dokter spesialis mata Anda untuk mencari faktor resiko glaukoma. Sebuah alat khusus yang disebut Tonometer digunakan untuk mengukur tekanan pada mata.
  3. Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.)
  4. Pemeriksaan lapang penglihatan atau Perimetry bertujuan untuk melihat luasnya kerusakan syaraf mata. Selama pemeriksaan ini Anda akan diminta untuk melihat suatu titik di tengah layar dan menekan tombol ketika Anda melihat munculnya titik-titik cahaya di sekitar layar.
  5. Pemeriksan slit lamp
  6. Ketajaman penglihatan.
  7. Respon refleks pupil.
  8. Tes refraksi

Informasi ini hanyalah pedoman umum. Dan tentunya ntuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata Anda

Bagaimana pengobatan Glaukoma?

Meskipun belum ada cara untuk memperbaiki kerusakan penglihatan yang terjadi akibat glaukoma, pada kebanyakan kasus glaukoma dapat dikendalikan

  1. Glaukoma Sudut-Terbuka Primer (Primary Open-Angle Glaucoma) Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka.
    Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata. Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya epinephrine, dipivephrine dan carbacol yang berfungsi untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior.Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi)
  2. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut (Acute Angle-Closure Glaucoma) Untuk mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaucoma, bisa dengan minum larutan gliserin dan air atau diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide). Dengan Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat.

Pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan setelah adanya serangan glaucoma. Untuk mengurangi tekanan, biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah) pada kasus-kasus yang berat. Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanent Atau dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris,jika glaucoma tidak bisa teratasi oleh terapi laser.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

  1. Glaukoma Sekunder (Secondary Glaucoma) Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan
  2. Glaukoma Kongenital (Congenital Glaucoma) untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Apakah Glaukoma bisa dicegah?

Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka.
Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan. Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut.

Dari artikel yang saya kumpulkan tadi akhirnya saya tahu ibu saya terkena Glaukoma Sudut-Tertutup Akut (Acute Angle-Closure Glaucoma),karena penanganan yang terlambat mata kiri ibu saya buta. Oleh karenanya saya harus berhati-hati dan menjaga baik-baik mata saya, bagaimana dengan anda?

Antok

Sumber artikel dari :

http://medicastore.com

http://www.klinikmatanusantara.com

No comments:

Post a Comment